Rabu, 16 Maret 2016

Menghitung Transfer Payment

Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah dan oleh karena itu bijaklah anda dalam memilih sahabat

Sahabat lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kita, jika engkau bergaul dengan teman-teman yang suka menggunjing orang lain, maka diri kita akan terpengaruh olehnya, sebaliknya jika bergaul dengan teman-teman yang positif thinking maka akan berdampak kebaikan pada kita.

Sahabat beberapa waktu ada siswa yang bertanya tentang cara menghitung transfer payment, berikut soalnya

Diketahui PDB Negara XX pada tahun 2015 sebesar Rp.50.000 M.
Data lain sebagai berikut.
Pajak tidak langsung Rp.40 M
Pendapatan neto terhadap luar negeri Rp.20.000 M
Depresiasi Rp.30 M
Iuran Asuransi Rp.10,0 M
Konsumsi Rp. 20 M
Laba ditahan Rp.10,4 M
Personal Income Rp. 29.930,6 M
NNP Rp. 29.970 M
Pengeluaran Pemerintah Rp. 10 M
Pajak Langsung Rp.25,5 M

Dari data tersebut, berapa Transfer Payment nya adalah...
A. Rp 19 M D. Rp 30 M
B. Rp 20 M E. Rp 40 M
C. Rp 21 M


PEMBAHASAN :


# Transfer Payment adalah adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Transfer Payment juga merupakan penambahan pada perhitungan turunan pendapatan nasional.

# NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
Mencari NNI terlebih dahulu = 29.970 – 40 = 29.930
PI = NNI +Transfer Payment – iuran asuransi - Laba ditahan
Transfer Payment = PI – NNI +Iuran asuransi + Laba ditahan
Transfer Payment = 29.930,6 -29.930 + 10 + 10,4
jadi, Tranfer Payment = 21

Minggu, 13 Maret 2016

Menghitung Soal Elastisitas

Apapun yg terjadi dalam hidupmu, selalu ada pelajaran yg kamu dapatkan. Pelajaran yg sangat berharga yg buatmu kian dewasa

Sahabat dalam hidup ini pasti tantangan masalah dan cobaan selalu ada mengunjungi kita, tetapi ini pembeda antara orang the winner atau the losser melihat dari sudut pandang berbeda.

Bagi the winner segala masalah yang ada adalah peluang untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik hingga pemenang. Tetapi dari sudut pandang The losser masalah adalah hambatan yang akan menjatuhkan dirinya dalam mencapai keberhasilan.

Baiklah diatas adalah sedikit untaian kata mutiara penyejuk jiwa, beberapa waktu yang lalu ada anak didik saya yang menanyakan soal dibawah ini.


Diketahui fungsi permintaan Qd = 20 – 4P. berdasarkan fungsi tersebut maka besarnya koefisien elastisitas permintaan pada saat P = 4 adalah ……
A. 0,25 D. 8,00
B. 1,00 E. 16,00
C. 4,00



Pembahasan :

Oke, untuk mencari jawaban soal diatas dapat dikerjakan dengan rumus

Elastisitas = Q'x P/Q , untuk itu dicari fungsi turunan dan Q

# Mencari fungsi turunan dari permintaan Q terlebih dahulu
Qd = 20 - 4P, maka fungsi turunannya adalah Qd'= -4

# Mencari Q = 20 - 4P >>> Q = 20 - 16 = 4

maka Elastisitasnya = -4 x 4/4 = -4, hukum mutlak dalam elastisitas yang membuat positif, sehingga jawabannya menjadi 4
# termasuk elastis

oke, terimakasih semoga bermanfaat, maaf bila ada yang salah ^_^

Rabu, 14 Januari 2015

Menjadi Pribadi Baru

Tiada manusia sempurna di dunia ini, karena itulah butuh pembelajaran setiap hari untuk menuju kehidupan lebih indah

Hidup itu adalah sebuah evaluasi yang mana kita harus bisa mengisi kehidupan ini dengan segala perbuatan baik sebaik-baiknya untuk bekal kita di akhiran nanti

Sahabat rasanya senang melihat saudara kita kembali bersemangat meraih impiannya. Hari rabu kemarin kami mengisi acara meraih impian dengan kekuatan spiritual di SMAN Ploso kelas 12. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat berjuang adik-adik yang mulai turun. Alhamdulillah acara yang dikemas dengan suasana serius santai & penuh kesederhanaan berjalan dengan hikmad dan lancar.

Pada umumnya problema mendalam dialami para siswa adalah keinginan besar untuk meraih sukses, masuk PTN dan membahagiakan orang tuanya bila tidak mendapat arahan atau motivasi cukup justru berdampak negatif terhadap siswa tersebut. Mereka merasa dengan keterbatasan usaha saat ini dibanding dengan impian besarnya dirasa berbanding jauh, sehingga membuat impian itu juga jauh dari kenyataan dan usahanya semakin loyo. Dari sinilah kita mulai membreakdown kembali apa tujuan mereka saat ini, dengan diberikan inspirasi sukses dari perjuangan kakak kelas mereka dan diakhiri dengan visualisasi membuat semangat belajarnya dan berdoanya kembali berkobar menjadi pribadi baru.

Sahabat sama seperti kita semua, terkadang memiliki impian besar tetapi seiring waktu berjalan ternyata justru kita sendirilah yang menjauhkan diri dari impian kita, tanpa disadari kita mengalir saja tanpa ada evaluasi dalam kehidupan ini. Al hasil dari waktu ke waktu seperti ini sajalah kita, jauh dari impian besar kita. Bila memang seperti keadaan kita, maka berhenti dari aliran itu sejenak tuk evaluasi segala langkah & passion kita, setelah itu biarkan diri kita mengalir lagi seperti apa yang kita harapkan lalu biarkan Tuhan memutuskan di mana aliran itu akan berhenti.

New day new spirit, maka jadilah pribadi baru dengan semangat baru setiap harinya, yakinlah segala langkah semangat dalam meraih impian diiringi dengan kebaikan akan berdampak positif kepada kehidupan kita.

Kesuksesan adalah perjalanan bukan tujuan akhir (succes is journey not a destination)

Tiada menggurui & digurui tetapi mari belajar terbaik untuk meraih impian sukses kita.

Semoga sukses

Kamis, 23 Januari 2014

Menghitung SHU (sisa Hasil Usaha)


Agenda silaturahim ke Kediri dengan pimpinan seprofesi ternyata banyak memberikan nilai dan pelajaran bagi saya. Disisi lain ada beberapa pertanyaan anakq (siswa saya anggap anak) yang belum terjawab ^_^ disaat pertemuan ditanya via sms, tentang koperasi dan cara menghitung SHU. Kurang lebih dibawah ini pertanyaan & penyelesaiannya:

RW : Pak bagus tanya, semisal ada suatu koperasi dianggap namanya koperasi “Wulan Jaya” dengan jumlah simpanan anggota Rp.10.000.000, jumlah penjualan untuk anggota 22.500.000, jumlah SHU untuk jasa modal Rp.2.000.000, jumlah SHU jasa penjualan Rp.4.500.000. Nah saat itu Rita membeli di Koperasi Rp.650.000 dan punya simpanan Rp.1.000.000, besar SHU yang diterima Rita berapa (hmmm kok bingung nggeh pak saya).... ?

BS : Oke RW soal diatas ini termasuk sederhana karena belum ada variasi prosentase, ada rumus yang bisa dipakai untuk menghitung SHU Rita yaitu : JUA + JUM.

JUA (jasa usaha anggota) itu adalah timbal balik untuk anggota koperasi yang telah membeli atau menjadi pelanggan karena membeli produk atau barang di minimarket milik koperasi,
sedangkan JUM (jasa usaha modal) adalah timbal balik untuk anggota atas jasanya karena mempunyai simpanan (modal) di koperasi.

Rumus JUA = ( Usaha Rita/Total Transaksi Koperasi ) x jasa Penjualan :
JUA = (650.000/22.500.000) x 4.500.000 = 130.000 (ketemu deh JUA nya)

Rumus JUM = (modal Rita/Total Simpanan Koperasi) x jasa Modal :
JUM = (1.000.000/10.000.000) x 2.000.000 = 200.000

Jadi, SHU untuk Rita adalah 130.000 + 200.000 = Rp.330.000

untuk wawasan tentang koperasi bisa langsung di KLIK DISINI

Minggu, 17 November 2013

Tanya Jurnal Penyesuaian Rekening Koran

Berbagi ilmu dengan anak-anak
Musim penghujan telah tiba, suasana dingin mengiringi setiap aktivitas kita, sejuk dipandang senang dirasa (wah belajar jadi orang sastra)...hmmm enak kali ya kalau minum teh hangat sama baca buku, kebetulan saja, mumpung nyimpan buku "Ayat-ayat Jiwa" kayaknya ini pas di baca apalagi kalau ada orang-orang yang lagi Galau tingkat 3 (tingkat 1 biasa, tingkat 2 waspada, tingkat 3 bahaya, hehehe versi saya)....

Kriiiiing...kriiiiing......pak bagus tanya akuntansi jurnal penyesuaian :-(

Pak Bagus : wah kamu Zal, emang mau tanya akuntansi yang gimana soalnya....

Arizal : Gini pak buingunge... wes tak singkat nggeh... "ada rekening koran, diterima dari bank memperlihatkan saldo kredit Rp. 8.900, selisih tersebut disebabkan bank mendebet sebesar 15 ribu untuk biaya administrasi & mengkredit 65 ribu untuk jasa giro. Nah Seorang Langganan menyetor ke bank dan telah di kredit rekening sebesar 500 ribu atas pembayaran hutangnya".... terus gimana pak jawabnya....????

Pak Bagus : hehehe kamu itu zal binguuuung tok ae senengane...itu namanya laporan rekonsiliasi bank, arizal bisa apa ndak buat laporan rekonsiliasi bank???

Arizal : hadiiiih opo maneh iku pak...sepertinya tidak pernah diterangin...

Pak Bagus : oke gini aja pake jurnal yang mudah aja..jurnal koreksi...jadi Biaya Administrasi Bank (D) pada Kas (K) 15.000, terus Kas (D) pada Pendapatan Jasa Giro (K) 65.000, dan Kas (D) pada Utang Usaha (K) 500.000.... ya kurang lebih begitu...nanti yang Kas yang sama debet bisa dijumlah 565.000.

Arizal : Sip sip pak...mudeng aku...suwun nggeh...Assalamualaikum

Pak Bagus : walaikumsalam wrwb...



Senin, 14 Oktober 2013

Daftar 10 orang terkaya di dunia

Sahabat tentu kita ingin mengetahui siapa orang terkaya di dunia ini bukan. Berikut data yang diambil dari "Bloomberg Billionaire Index" pada 16 Mei 2013 lalu. Daftar ini memuat 100 orang paling kaya di dunia. karena terlalu panjang. Maka saya ambil 10 nama saja orang terkaya di dunia.


Berikut daftar orang-orang tersebut:
1.) Bill Gates
» Kekayaan » $73,7 Miliar

Bill Gates Salah satu pendiri Redmond dan Microsoft Corp yang berbasis di Washington ini mengambil alih posisi Carlos Slim (73), seorang investor kaya raya Meksiko ini, kembali menduduki peringkat orang terkaya di dunia. Berada di posisi tertingginya selama lima tahun terakhir sejak 2007.

2.) Carlos Slim
» Kekayaan » $71,4 Miliar

Kekayaan Carlos Slim beda tipis berada di bawah Bill Gates, investor Meksiko yang memiliki jaringan operator ponsel terbesar di Amerika Selatan dan saham mayoritas di pertambangan dan perbankan. Kekayaan Carlos Slim menurun karena masalah regulasi dengan perusahaannya, Amerika Movil SAB.

3.) Warren Buffett
» Kekayaan » $60,4 Miliar

Warren Edward Buffett seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat yang berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway ini, menduduki peringkat ketiga sebagai orang terkaya di dunia.

4.) Amancio Ortega
» Kekayaan » $56,7 Miliar

Eksekutif mode asal Spanyol Amancio Ortega adalah orang terkaya di Eropa. Grup Inditex yang dia miliki terdiri atas beberapa merek, termasuk Zara.

5.) Ingvar Kamprad
» Kekayaan » $55,7 Miliar

Kamprad adalah seorang industrialis dari Swedia. Dia mendirikan IKEA, sebuah pengecer berantai furnitur rumah, pada 1943. Majalah Forbes 2005 mencatat Ingvar Kamprad sebagai orang terkaya di dunia keenam pada 2005.

6.) Charles Koch
» Kekayaan » $45,9 Miliar

CEO dan ketua Koch Industries, beroperasi di penyulingan minyak, pipa, ranch, serta pulp. Dia dan saudara laki-lakinya, David terkenal karena keterlibatan mereka dalam politik konservatif AS.

7.) David Koch
» Kekayaan » $45,9 Miliar

Wakil Direktur Eksekutif Koch Industries, yang memiliki 42% saham seperti saudara laki-lakinya, Charles.

8.) Larry Ellison
» Kekayaan » $42,3 Miliar

Pendiri perusahaan piranti lunak database Oracle juga memiliki saham dalam piranti lunak pendidikan LeapFrog Enterprises.

9.) Christy Walton
» Kekayaan » $37,7 Miliar

Janda John T. Walton, anak laki-laki pendiri Wal-Mart Sam Walton, menjadi perempuan terkaya dunia dari saham di Wal-Mart.

10.) Jim Walton
» Kekayaan » $35,8 Miliar

Indeks Bloomberg mencatat salah satu anggota keluarga Walton lagi menjadi orang terkaya dunia kesepuluh, Jim Walton.

yang perlu diperhatikan adalah kekayaan Bill gates, kenapa??? walaupun Bill Gates dengan yayasan sosial yang dibentuknya banyak mengeluarkan hartanya demi kegiatan2 sosial sampai 45% tetapi tidak mengurangi jumlah kekayaan beliau. Inilah yang disebut dengan sedekah kekayaan semakin bertambah. Hanya Tuhan yang tahu semoga kita bisa mengambil hikmah dari mereka semua...amin


Selasa, 08 Maret 2011

surat berharga

surat berharga dalam akuntansi perbankan


Pengertian: Surat Berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang (Dunil Z : 2004).

Berikut ini contoh jenis-jenis surat berharga yang diperjualbelikan di pasar uang

Treasury Bills (T-Bills)
T-Bills merupakan instrument utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jatuh tempo satu tahun atau kurang. Instrumen yg sangat aman karena diterbitkan oleh pemerintah atau biasanya oleh Bank Sentral. Oleh karena itu instrumen ini sangat mudah diperjualbelikan dan disukai oleh perusahaan-perusahaan, terutama oleh lembaga-lembaga keuangan untuk dijadikan sebagai cadangan likuiditas sekuner yg memberikan hasil.

T-Bills (istilah umum digunakan di dunia internasional) kalau di Indonesia adalah SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

Commercial Paper
Commercial Paper (CP) pada dasarnya merupakan promes yang tidak disertai dengan jaminan (unsequred promissory notes), diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. Penerbit berjanji akan membayar sejumlah tertentu uang pada saat jatuh tempo. Penerbit CP adalah perusahaan yang mempunyai kredibilitas tinggi. Jangka waktu jatuh tempo CP ini berkisar mulai dari beberapa hari sampai 270 hari.

Penjualan CP dilakukan umumnya dengan sistem diskonto, namun beberapa diantaranya menggunakan bunga sebagaimana halnya dengan kredit.

Dalam pelaksanaannya seringkali CP diterbitkan dengan backup fasilitas credit line dari bank yang jumlahnya mendekati atau sama dengan nilai CP yang diterbitkan. Dalam perkembangannya di beberapa negara, CP diterbitkan dengan dukungan aset perusahaan lainnya, misalnya piutang, dsb. Bahkan perkembangan terakhir CP diterbitkan dengan bank garansi atau jaminan dari perusahaan induknya. Namun kasus ini terjadi bila investor tertentu meminta jaminan dari nilai CP yang dibeli dalam jumlah besar.

Penerbitan CP dapat dilakukan secara langsung kepada investor maupun secara tidak langsung dengan menggunakan jasa perantara.
Kelebihan CP bagi penerbit dan investor antara lain sbb:
Bagi Penerbit:
a. Tingkat bunga CP lebih rendah daripada prime rate, yaitu tingkat bunga kredit yang dikenakan perbankan kepada nasabah utamanya, sehingga biaya dana akan menjadi lebih murah.
b. Tidak perlu menyediakan jaminan.
c. Penerbitannya relatif lebih mudah karena pada prinsipnya hanya melibatkan penerbit dan investor.
d. Jangka waktu jatuh temponya lebih fleksibel, dapat diperpanjang atas persetujuan investor.

Bagi Investor:
a. CP menawarkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan misalnya Sertifikat Deposito, Treasury Bills.
b. Dapat dijual kembali (didiskontokan) tanpa perlu menunggu jatuh temponya.
c. Tingkat keamanannya relatif tinggi karena penerbit CP umumnya perusahaan dengan rating yang tinggi.

Kelemahan CP dilihat dari kepentingan investor dan penerbit antara lain:
1.Bagi investor, CP merupakan instrumen yang tidak disertai dengan jaminan. Kemungkinan penerbit melakukan rekayasa laporan keuangan untuk memperlihatkan keadaan likuiditas dan kemampuan perolehan labanya.
2.Bagi perusahaan penerbit, CP merupakan sumber dana jangka pendek sehingga perusahaan kurang leluasa untuk dijadikan sebagai modal investasi.

Sertifikat Deposito atau negotiable certificate of deposit (CD)Deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Jadi mempunyai ciri pokok dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuh temponya.
Di Indonesia, CD diterbitkan oleh bank-bank umum atas dasar diskonto. Perhitungan diskonto CD tersebut sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Banker’s Acceptance (BA)
BA adalah time draft (wesel berjangka) yang ditarik oleh seorang eksportir atau importir atas suatu bank untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing. Apabila bank menyetujui wesel tersebut, bank akan menstempel dengan kata ”accepted” di atas wesel tersebut dan memprosesnya. Dengan demikian bank yang menerima dan memproses tersebut memiliki suatu janji atau jaminan tak bersyarat untuk membayar sebesar nilai nominal aksep tersebut pada saat jatuh tempo.

Hal tersebut berarti bank yang bersangkutan menjamin eksportir dan investor dalam pasar uang internasional dari kemungkinan adanya gagal bayar (default). Jangka waktu akseptasi biasanya berkisar 30 sampai 270 hari, namun umumnya 90 hari. Aksep ini merupakan instrumen pasar uang yang berkualitas tinggi. Akseptasi bank sangat aktif diperdagangkan antar lembaga-lembaga keuangan, perusahaan industri, dealer surat-surat berharga sebagai investasi yang berkualitas tinggi dan sangat mudah diuangkan. Aksep digunakan dalam perdagangan ekspor impor karena banyak eksportir yang tidak pasti dan tidak yakin betul terhadap credit standing importir yang dikirimi barang.

Eksportir sangat tergantung paa pembiayaan akseptasi oleh bank domestik atau suatu bank asing. Dengan demikian, aksep adalah instrumen keuangan yang dirancang untuk mengalihkan resiko perdagangan internasional kepada pihak ketiga yang akan mengambil resiko tersebut karena ia memiliki keahlian dalam menilai resiko kredit dan menyebarkan resiko tersebut dalam berbagai pinjaman.

Ketiga pihak dalam transaksi tersebut yaitu eksportir, importir dan bank penerbit, mendapatkan keuntungan dari metode pembiayaan perdagangan internasional ini sebagai berikut:
1.Eksportir dapat menerima uangnya segera tanpa penundaan.
2.Importir dapat menunda pembayarannya sesuai dengan jangka waktu credit line yang disepakati dengan bank.
3.Bank penerbit yang memegang Banker’s Acceptance (didiskonto dari eksportir) merupakan instrumen keuangan yang sangat likuid yang dapat dijual sebelum jatuh tempo melalui dealer bila membutuhkan likuiditas.

Bill of Exchange
Bill of Exchange atau wesel adalah suatu perintah tertulis tak bersyarat yang ditujukan oleh seseorang kepada pihak lainnya untuk membayar sejumlah uang pada saat diperlihatkan atau pada tanggal tertentu kepada penarik atau order atau pembawa. Karena sifatnya yang likuid, artinya penjual boleh melakukan pembayaran lebih awal sebelum wesel tersebut jatuh tempo dengan cara mendiskontokannya kepada bank-bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya sebagai investasi jangka pendek, maka instrumen ini sangat umum digunakan dalam perdagangan.

Penarikan wesel ini biasanya selalu didahului dengan adanya transaksi jual beli barang. Dimana penjual akan menjadi penarik wesel dan pembeli barang sebagai tertarik.

Jangka waktu jatuh tempo wesel ini umumnya berkisar 6 hari sampai 180 hari.
Pada prinsipnya Bill of exchange ini akan berubah menjadi Banker’s Acceptance apabila telah diaksep oleh bank. Oleh karena itu wesel ini dapat diperjualbelikan secara diskonto.

Repurchase Agreement (Repo)
Repo adalah transaksi jual beli surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-surat berharga yang dijual; tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Surat-surat berharga yang biasanya dijadikan sebagai instrumen dalam transaksi Repo adalah surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan secara diskonto, misalnya SBI, SBPU, CD, CP dan T-bills

Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
SBI adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek.
Karakteristik SBI:
o Satuan unit sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).
o Berjangka waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan.
o Penerbitan dan perdagangan dilakukan dengan sistem diskonto.
o Diterbitkan tanpa warkat, artinya SBI diterbitkan tanpa adanya fisik SBI itu sendiri dan bukti kepemilikan bagi pemegang hanya berupa pencatatan elektronis.
o Dapat dipindahtangankan (negotiable).
SBI sebagai instrumen kebijaksanaan operasi pasar terbuka, terutama untuk tujuan kontraksi moneter. SBI yang ditebitkan dan diperdagangkan dengan sistem lelang, pada dasarnya penggunaannya sama dengan penggunaan T-Bills di pasar uang Amerika Serikat. Melalui penggunaan SBI tersebut, BI dapat secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat bunga di pasar uang dengan cara mengumumkan Stop Out Rate(SOR).

SOR adalah tingkat suku bunga yang diterima oleh BI atas penawaran tingkat bunga dari peserta lelang. Selanjutnya, SOR tersebut akan dapat dipakai sebagai indikator bagi tingkat suku bunga transaksi di pasar uang pada umumnya.

SOR merupakan kebijakan Bank Indonesia dalam melakukan penjualan SBI secara lelang kepada Bank atau Lembaga Keuangan atau melalui Broker, dengan tujuan:
1.Untuk mengendalikan baik volume uang beredar maupun tingkat bunga melalui target volume yang diinginkan dan tingkat bunga dalam suatu batas tertentu.
2.Dengan menyerahkan tingkat bunga pada Prime Dealer untuk jumlah 60%, maka tingkat bunga menjadi wajar.
Pola pembelian SBI:
o Pembelian melalui Pasar Perdana (langsung ke BI)
o Pembelian melalui Pasar Sekunder
o Pembelian melalui Broker

Sebelum jatuh tempo SBI boleh diperjualbelikan, baik oleh Bank, LKBB, maupun masyarakat atau dunia usaha setiap saat melalui pasar sekunder. Untuk itu Security House (perantara) akan membeli atau menjual SBI setiap hari dengan tingkat diskonto yang berlaku di pasar. Untuk memperlancar perdagangan SBI ini Bank Sentral Indonesia menunjukkan beberapa market dan broker yang terdiri dari Bank-bank Umum sebagai lembaga penunjang dalam perdagangan SBI. Market maker disini bertindak sebagai penggerak pasar sekunder. Dalam hal ini market maker bertindak sebagai dealer yang berkewajiban sbb:
Membuat dan mengumumkan quotation.
Secara aktif mengajukan penawaran dan permintaan SBI di pasar sekunder.
Membeli dan menjual SBI dari dan kepada pihak yang mencari dan menawarkan SBI di pasar sekunder. Pembelian dan penjualan SBI dapat dilakukan baik secara outright maupun repo. (Transaksi outright adalah transaksi jual beli SBI atas dasar sisa jangka waktu SBI yang bersangkutan, tidak ada kewajiban bagi penjual untuk membeli kembali sebelum jatuh tempo; sedangkan transaksi repo adalah transaksi dengan perjanjian bahwa penjual wajib membeli kembali SBI yang bersangkutan sesuai jangka waktu yang dijanjikan).

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
SBPU adalah surat-surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

SBPU sama halnya dengan SBI merupakan instrumen operasi pasar terbuka dalam rangka ekspansi moneter oleh BI dengan menetapkan tingkat diskonto SBPU.
Ditinjau dari jenis transaksi dan warkatnya, SBPU dapat dibedakan sbb:
a. Surat Sanggup (aksep/promes), dapat berupa:
Surat sanggup yang diterbitkan oleh nasabah dalam rangka penerimaan kredit dari bank untuk membiayai kegiatan tertentu.
Surat sanggup yang diterbitkan oleh bank dalam rangka pinjaman antar bank.
b. Surat wesel, dapat berupa:
Surat wesel yang ditarik oleh suatu pihak dan diaksep oleh pihak lain dalam rangka transaksi tertentu. Penarik dan atau tertarik adalah nasabah bank.
Surat wesel yang ditarik oleh nasabah bank dan diaksep oleh bank dalam rangka pemberian kredit untuk membiayai kegiatan tertentu.
Mekanisme perdagangan SBPU adalah dunia usaha atau masyarakat yang merupakan nasabah berbentuk badan usaha maupun perorangan meneluarkan surat aksep atau wesel (sebagai surat utang) untuk mendapatkan dana dari Bank atau LKBB (Lembaga Keuangan bukan Bank). Kemudian SBPU dijualbelikan oleh Bank dan LKBB melalui security house (perantara) maupun melalui pasar sekunder, yaitu diperjualbelikan antara lembaga-lembaga keuangan itu sendiri serta dunia usaha atau masyarakat. SBPU ini melalui security house juga bisa dijualbelikan ke Bank Sentral Indonesia.

Call Money (Interbank Call Money Market)
Call Money adalah penempatan atau peminjaman dana jangka pendek (dalam hitungan hari) antar bank.

Call Money merupakan instrument bank dalam mengatasi kekurangan atau kelebihan dana jangka pendek yang bersifat sementara.
Sumber:
1.Dunil Z, Kamus Istilah Perbankan Indonesia, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2004
2.Riyadi Selamet, Banking Assets and Liability Management, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta, 2007
3.Siamat Dahlan, Manajemen Lembaga Keuangan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Edisi Kelima, Jakarta, 2005
4.Sutojo Siwanto, The Management of Commercial Bank, PT Damar Mulia Pustaka, Edisi Baru, Jakarta,
sunyem_blog

Popular Posts